Pejuang itu bermental baja,
bukan bermental tempe. Pejuang itu sigap, tangkas, dan berjiwa besar. Pejuang
itu tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, namun juga orang lain. Pejuang itu
tidak berfokus pada perasaannya melulu, namun berjuang untuk memecahkan
permasalahan orang lain dengan solusi yang cemerlang.
Lantas pantaskah kau disebut
sebagai pejuang? Jika kau masih sering galau karena sesuatu yang tidak penting,
tak acuh pada sekitar, berfokus pada diri sendiri bahkan hanya memikirkan
kesenangan diri sendiri. Pantaskah kau disebut bermental baja? Jika kau masih
sering sakit hati gara-gara hal yang sepele.
Aku memang bukan orang yang
sempurna, mungkin saja aku adalah salah satu diantara mereka. Aku hanya ingin ‘menampar’
diri sendiri dan memotivasi diri sendiri untuk menjadi yang lebih baik.
Wahai diri, yang dipundakmu
begitu banyak pengharapan, jangan kau melalaikan masa emas mu. Jangan kau sibuk
dengan hal-hal yang dapat menjerumuskanmu ke arah maksiat. Fokuslah dalam
menatap masa depan, melakukan perubahan mendasar sampai ke akar-akar.
Hai, pejuang! Sang revolusioner
handal harapan masa depan. Ditanganmulah perubahan akan terwujudkan. Ayo,
bangkit!
Kau tahu bahwa aku berupaya
sekuat mungkin, mematri segala motivasi demi sebuah kata ‘perubahan’. ‘Aku-kah
pejuang sejati itu?’ ataukah ‘Aku-lah pejuang sejati itu!’ Tinggal pilih saja, karena
hidup itu pilihan. Memilih sebuah
pertanyaan yang penuh keraguan ‘Aku-kah
pejuang sejati itu?’ atau memilih
sebuah statement tegas ‘Aku-lah pejuang sejati itu!’ semua ada di tanganmu.
-sth
