Aku tak pernah tahu kapan rasa itu menghampiri, sebab ia
sangat misterius. Ia bisa datang sekenanya jika sang maha pencipta rasa itu
menghendaki. Sebab Allah lah sang maha pencipta, termasuk rasa itu. Allah lah
sang maha membolak-balikkan hati setiap hambanya. Yang tadinya dekat, bisa saja
menjadi jauh. Yang tadinya jauh bisa saja tiba-tiba menjadi dekat.
Cinta, sejatinya ia adalah anugerah dari sang maha cinta,
Allah SWT. Cinta itu suci, sangat suci dari sang maha suci. Jangan salahkan
cinta jika ia mudah datang dan pergi. Jangan pula kau salahkan sang pemberi
cinta. Berbahagialah karena kau masih bisa merasakan cinta.
Namun tampaknya definisi cinta telah tercemar di zaman ini.
Ya, mereka mengartikan cinta dengan pacaran, malam mingguan, makan bareng, bahkan
ngerjain tugas bareng. Jangan kau artikan cinta dengan kacamata kudamu, Sobat.
Karena cinta itu luas. Cinta pada Allah, Rasulullah, Ayah-bunda, Adik-kakak,
saudara seiman, dan masih banyak lagi, yang diwujudkan bukan dalam bentuk
pacaran.
“kan gapapa sih, soalnya gara-gara dia aku jadi rajin
sholat. Gara-gara dia juga aku jadi makin semangat belajar.”
Kalimat diatas adalah dalil bagi para aktivis pacaran. Jadi
kita sholat gara-gara pacar, gitu? Bukan karena Allah? Itu mah namanya nggak
ikhlas. Walah..
Terus, yang katanya buat makin semangat belajar, yakin tuh?
Nanti malah galau dan gak mau belajar? Emang orang tua gak mampu untuk
membangkitkan semangat belajar kita? coba deh dipikir-pikir, kalo pas berantem
sama pacar, emang minat belajarnya makin tinggi? Yang iya makin kacau balau
kan? Hehe, coba deh dijawab pertanyaan-pertanyaan diatas :
“aku kan pacarannya islami, gak malam mingguan dan gak pakek
gandengan tangan, kok.”
Lohh.. emang ada ya pacaran ‘ala’ islam? Maksudnya apa tho??
Pacarannya di mesjid gitu? Dibawah bedug, diawali dengan bismillah dan diakhiri
dengan alhamdulillah, gitu? Sedangkan pacaran dalam islam hukumnya haram, kok
ada pula pacaran islami?
“kalo nggak pacaran gimana mau nikah? Nanti nyesel dong
karena belum mengenal dia seutuhnya.”
Ini mah namanya ngawur. Emang kalo pacaran, si cowok atau si
cewek bakalan nunjukin sifat aslinya? Enggak kan? Apa bisa mengenal sosok
seutuhnya lewat pacaran, yang mereka akan menunjukkan sifat yang baik hanya
saat ketemu sama kamu. Apakah pacaran satu-satu nya cara untuk menikah? Yakin,
yang udah pacaran berpuluh-puluh tahun pasti menikah? Enggak menjamin kan? Udah
deh, gak usah banyak alasan, dan gak usah pakek tapi-tapian.
Mendingan perbaiki diri biar dapat yang baik. Karena
perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik, begitu juga laki-laki yang
baik hanya untuk perempuan yang baik. #YukPerbaikiDiri