These are my works ^-^

Jumat, 01 Mei 2015

Yuk, Perbaiki Diri!



Aku tak pernah tahu kapan rasa itu menghampiri, sebab ia sangat misterius. Ia bisa datang sekenanya jika sang maha pencipta rasa itu menghendaki. Sebab Allah lah sang maha pencipta, termasuk rasa itu. Allah lah sang maha membolak-balikkan hati setiap hambanya. Yang tadinya dekat, bisa saja menjadi jauh. Yang tadinya jauh bisa saja tiba-tiba menjadi dekat.
Cinta, sejatinya ia adalah anugerah dari sang maha cinta, Allah SWT. Cinta itu suci, sangat suci dari sang maha suci. Jangan salahkan cinta jika ia mudah datang dan pergi. Jangan pula kau salahkan sang pemberi cinta. Berbahagialah karena kau masih bisa merasakan cinta.
Namun tampaknya definisi cinta telah tercemar di zaman ini. Ya, mereka mengartikan cinta dengan pacaran, malam mingguan, makan bareng, bahkan ngerjain tugas bareng. Jangan kau artikan cinta dengan kacamata kudamu, Sobat. Karena cinta itu luas. Cinta pada Allah, Rasulullah, Ayah-bunda, Adik-kakak, saudara seiman, dan masih banyak lagi, yang diwujudkan bukan dalam bentuk pacaran.
“kan gapapa sih, soalnya gara-gara dia aku jadi rajin sholat. Gara-gara dia juga aku jadi makin semangat belajar.”
Kalimat diatas adalah dalil bagi para aktivis pacaran. Jadi kita sholat gara-gara pacar, gitu? Bukan karena Allah? Itu mah namanya nggak ikhlas. Walah..
Terus, yang katanya buat makin semangat belajar, yakin tuh? Nanti malah galau dan gak mau belajar? Emang orang tua gak mampu untuk membangkitkan semangat belajar kita? coba deh dipikir-pikir, kalo pas berantem sama pacar, emang minat belajarnya makin tinggi? Yang iya makin kacau balau kan? Hehe, coba deh dijawab pertanyaan-pertanyaan diatas :
“aku kan pacarannya islami, gak malam mingguan dan gak pakek gandengan tangan, kok.”
Lohh.. emang ada ya pacaran ‘ala’ islam? Maksudnya apa tho?? Pacarannya di mesjid gitu? Dibawah bedug, diawali dengan bismillah dan diakhiri dengan alhamdulillah, gitu? Sedangkan pacaran dalam islam hukumnya haram, kok ada pula pacaran islami?
“kalo nggak pacaran gimana mau nikah? Nanti nyesel dong karena belum mengenal dia seutuhnya.”
Ini mah namanya ngawur. Emang kalo pacaran, si cowok atau si cewek bakalan nunjukin sifat aslinya? Enggak kan? Apa bisa mengenal sosok seutuhnya lewat pacaran, yang mereka akan menunjukkan sifat yang baik hanya saat ketemu sama kamu. Apakah pacaran satu-satu nya cara untuk menikah? Yakin, yang udah pacaran berpuluh-puluh tahun pasti menikah? Enggak menjamin kan? Udah deh, gak usah banyak alasan, dan gak usah pakek tapi-tapian.
Mendingan perbaiki diri biar dapat yang baik. Karena perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik, begitu juga laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik. #YukPerbaikiDiri





Tidak ada komentar:

Posting Komentar