Dialah
Ibuku, yang Kusebut sebagai Mentariku
By
: Selli Tiolita Hasibuan
Aku tak pernah mengenal
wanita setegar Ia sebelumnya
Ia adalah sosok yang
memberiku contoh kerasnya kehidupan
Ia adalah wanita yang
menunjukkanku betapa aku harus berjuang
Ia adalah sosok yang
sangat cerewet, namun penyayang
Dialah Ibuku, yang
kusebut sebagai mentariku.
Jari-jari kakinya yang
keriput menunjukkan betapa Ia sangat lelah mengelilingi pajak setiap pagi demi
kami, anak-anaknya.
Kantung dimatanya
menunjukkan betapa Ia sangat letih untuk bangun sangat pagi dan tidur terlalu
larut.
Berat tubuhnya yang
menyusut menunjukkan betapa kerasnya hidup yang Ia jalani.
Dialah malaikatku yang
dikirimkan oleh Allah untuk menjagaku.
Ia bukanlah sosok yang
cantik seperti ibu-ibu kebanyakan, yang sibuk memoles wajahnya secantik rupa
dengan menggunakan cream-cream mahal. Bukan.
Ia juga bukan wanita yang
bergelar sarjana dibelakang namanya. Namun semangatnya untuk menjadikan kami
bergelar sarjana sangatlah kuat.
Ia juga bukan wanita yang
memiliki gelar Hj. Didepan namanya, namun kelak InsyaAllah, itu akan terwujud.
Ibu, izinkan aku mengukir
senyum merekah dibibirmu
Menghilangkan semua beban
yang selama ini kau pendam sendiri, seolah engkau tak punya masalah apapun.
Melenyapkan segala letih
diwajahmu dan menggantinya dengan kebahagiaan.
Menggandeng tanganmu ke
Jannah. Bersama abadi selamanya didalam Syurga-Nya. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar