These are my works ^-^

Senin, 16 Februari 2015

#AyoBerubah!!

Kita dan Perubahan
Oleh : Selli T. Hasibuan

Setiap manusia –tanpa terkecuali- pasti selalu ingin melakukan perubahan. Karena perubahan adalah salah satu ciri utama yang pasti dimiliki oleh makhluk hidup. Perubahan yang dikatakan disini pastilah perubahan ke arah yang positif. Tak ada satupun manusia yang menginginkan perubahan ke arah negatif. Setiap individu selalu ingin mengubah hal yang baik menjadi lebih baik. Begitu pula, ingin mengubah hal yang buruk menjadi lebih baik. Inilah realita manusia.

Kita ingin melakukan perubahan bukan tanpa sebab. Perubahan dilakukan pasti karena adanya kesadaran akan realita yang rusak. Bagaimana seseorang tahu bahwasanya realita saat ini rusak tentunya diperoleh dari penginderaan. Dalam hal penginderaan, ada dua jenis penginderaan. Yang pertama adalah penginderaan terhadap materi dan yang kedua adalah non-materi. 

Penginderaan terhadap materi pada umumnya sama tiap individu. Karena berwujud materi. Contohnya adalah panasnya api, dinginnya es, dan harumnya bunga melati. Di dalam hal ini, tidak ada satupun yang berpendapat bahwa api itu dingin dan es itu panas. Seluruh individu –tanpa terkecuali- pasti mengindera hal yang sama. 

Berbeda halnya dengan penginderaan non-materi. Tiap individu pasti memiliki pemikiran yang berbeda mengenai hal ini. Tergantung pada tingkat pemikiran manusia, apakah pemikiran seseorang tersebut dangkal, normal atau tajam. Contohnya saja, jika ada seseorang yang mencuri demi menolong orang lain. Sebagian orang akan menganggap bahwasanya itu adalah hal yang sah-sah saja. Toh, tujuannya untuk menolong orang –meskipun jalannya salah-. Namun, berbeda dengan orang yang berpikiran tajam, yang telah mengerti syarat ahsanul amal (amalan yang terbaik) yang harus memiliki niat yang ikhlas dan cara yang benar. Atau contoh yang lain adalah jika orang yang berpikiran dangkal mengatakan bahwa jeruk itu berwarna kuning dan rasanya manis, sedangkan orang yang tingkat pemikirannya normal akan mengatakan bahwasanya jeruk itu berwarna kuning, rasanya manis dan mengandung vitamin C. Namun orang yang berpikiran cemerlang atau tajam akan mengatakan bahwasanya jeruk itu berwarna kuning, rasanya manis, mengandung vitamin C, apa fungsinya bagi tubuh, serta sampai pada penciptaan buah tersebut. Yang pasti diciptakan oleh sang maha Pencipta.

Berdasarkan tingkat penginderaan seseorang terhadap benda non-materi, maka berbeda pulalah penginderaan seseorang terhadap sesuatu yang rusak. Karena kerusakan adalah contoh dari penginderaan non-materi. Penginderaan akan kerusakan akan mendorong seseorang untuk melakukan perubahan. Namun berpikir untuk melakukan perubahan saja tidak cukup. Haruslah ada alternatif yang lebih baik sebagai pengganti kerusakan tersebut. Alternatif itu seperti tujuan dari perubahan yang kita lakukan. Dalam mewujudkan alternatif sebagai tujuan perubahan, haruslah dijalankan dijalan yang benar dan menggunakan metode yang benar. Ibarat jika kita ingin mencari alamat si A, kita harus memiliki denah lokasi rumah si A tersebut agar tidak tersesat.

Ada 4 hal yang harus dipahami sebelum menjalani proses perubahan. Yang pertama adalah, kita harus sadar bahwasanya perubahan itu memang sulit. Sehingga hanya orang-orang yang kuat dan memiliki pemikiran yang cemerlanglah yang mampu melakukannya. Yang kedua adalah, kita harus memandang bahwasanya perubahan itu adalah proses untuk meraih tujuan. Yang ketiga adalah, perubahan yang kita lakukan haruslah berada dijalan yang benar. Dan yang terakhir adalah, merealisasikan tujuan dari perubahan tersebut dengan penuh kesungguhan.

Perubahan dilakukan karena adanya realita yang rusak. Karena kerusakan realita yang sudah sangat parah dan sangat terpuruk, maka kita harus sesegera mungkin dalam melakukan perubahan. Kita harus mampu merealisasikan tujuan alternatif tadi guna menyejahterakan ummat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar