Saat ini umat sedang sakit, yang
menuntut segeranya pertolongan datang. Seperti yang telah dijelaskan pada judul
post sebelumnya, Kita dan Perubahan, bahwasanya realita saat ini memang benar-benar
sangat rusak yang menyebabkan umat menjadi sakit. Dalam mengatasi penyakit
umat, para intelektual mencoba untuk memberikan solusi untuk mengatasi penyakit
umat. Mereka telah mencoba beberapa solusi namun tetap saja kegagalanlah yang
mereka tuai. Mengapa solusi yang ditawarkan oleh para intelektual yang berpijak
pada pemikiran itu bisa gagal?
Penyebab kegagalan akan solusi yang telah
ditawarkan memiliki dua kemungkina. Kemungkinan yang pertama adalah, tidak
adanya pemahaman akan penyakit umat, sehingga para intelektual yang dikatakan
berperan sebagai dokter umat tadi tidak mampu memberi obat yang tepat kepada
pasiennya. Bagaimana tidak, penyakitnya saja tidak diketahui, konon lagi
obatnya.
Kemungkinan yang kedua adalah, sang
dokter mampu mediagnosis penyakit apa yang sebenarnya dialami oleh umat, namun
mereka tidak memberikan obat sesuai dengan takaran. Yang seharusnya diberikan
sehari tiga kali, malah diberikan sekali tiga hari. Sementara umat sudah tidak
tahan lagi dijadikan bahan mal praktik
oleh para intelektual yang katanya berperan sebagai dokter umat. Oleh sebab
itu, dibutuhkan obat yang ampuh dan mujarab untuk menyembuhkan penyakit umat
saat ini.
Ada beberapa teknik yang pernah
dilakukan guna menyembuhkan umat, namun lagi-lagi hasilnya adalah kata GAGAL.
Namun walaupun demikian, teknik-teknik ini masih saja tetap didengungkan oleh
para intelek.
1.
Kebangkitan
melalui Ekonomi
Mereka mengatakan bahwasanya kemunduran
yang dialami oleh umat saat ini disebabkan oleh kurangnya harta kekayaan dan
sumber ekonomi. Namun pada faktanya, semua itu hanya omong kosong. Buktinya,
Amerika yang menjadi negara adidaya saat ini bukan bangkit karena ekonomi.
Justru setelah mereka lepas dari penjajahan Inggris-lah tampak adanya
kebangkitan dari segi ekonomi, militer dan industri.
Kekaisaran Rusia yang juga bangkit dari
segi ekonomi. Kondisi mereka berubah saat mereka memutuskan untuk mengganti
sistem yang mereka gunakan saat ini. ya, sistem baru. Bukti yang lain adalah,
kalau saja kebangkitan disebabkan karena faktor ekonomi, pastilah Arab Saudi
dan Persia telah bangkit. Karena kedua negara ini memiliki ladang minyak yang
melimpah.
Contoh-contoh diatas dapat dijadikan
sebagai bukti bahwasanya ekonomi tidak mampu dijadikan sebagai asas
kebangkitan. Karena kebangkitan ekonomi adalah salah satu dampak dari
bangkitnya suatu negara dengan asas yang kokoh.
2.
Kebangkitan
melalui Pendidikan
Katanya, kemunduran disebabkan karena
tingginya angka buta huruf, sedikitnya jumlah sarjana dan tidak meratanya penyebaran
sarjana. Slogan seperti “ilmu itu menjadi
asas kebangkitan” menjadi landasan yang mereka dengungkan sebagai asas
kebangkitan. Namun faktanya, teknik itu juga tidak dapat dijadikan sebagai asas
kebangkitan. Lihat saja, bukankah jumlah kaum terpelajar di negeri-negeri muslim
–jika digabungkan- lebih banyak daripada jumlah di Barat? Lihat saja banyaknya
perguruan-perguruan tinggi di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Kairo,
dll, dibandingkan dengan jumlah perguruan tinggi di Barat. Namun apa yang
terjadi? Kaum Barat lebih bangkit daripada negara-negara yang memiliki jumlah
kaum terpelajar yang tinggi.
Saat Islam berjaya, kemajuan dalam ilmu
pengetahuan malah melejit pesat. Hal ini muncul setelah islam bangkit, bukan
karena pendidikan yang dijadikan sebagai asas kebangkitan. Hal ini secara
otomatis menunjukkan tingginya kaum terpelajar tidak mampu membangkitkan umat.
3.
Kebangkitan
melalui Akhlak
Ini adalah sebuah kalimat yang sangat
familiar. Setiap ada kerusakan, pasti yang disalahkan akhlak. Mereka mengatakan
bahwa tingginya akhlak akan membawa pada kebangkitan. Pun begitu juga
sebaliknya. Hal itu diperkuat dengan syair-syair ungkapan Syauqi, “Jika akhlak
mereka hilang, maka mereka akan punah” atau “sia-sia-lah upaya pemimpin yang
membangun kaumnya jika akhlak kaum itu penghancurnya.” Memang, bukanlah hal
yang salah untuk mengatakan bahwasanya akhlak adalah salah satu faktor
kebangkitan. Namun itu hanya berlaku untuk individu saja. Padahal kebangkitan
yang dimaksud disini adalah kebangkitan masyarakat, bukan individu. Sebagian
mengatakan bahwa masyarakat adalah kumpulan individu. Jadi, jika akhlak
individu diperbaiki, maka masyarakat juga akan demikian. Padahal nyatanya,
masyarakat itu bukan hanya terbentuk dari kumpulan individu, melainkan adanya
ikatan antar-individu dan sistem yang mengikat ikatan itu.
Akhlak individu memang penting, namun
faktor pendukung akhlak juga tak kalah penting. Contohnya, seorang anak yang
tidak mau mencuri. Ia tidak serta-merta memiliki akhlak seperti itu. Ada
beberapa faktor dibaliknya. Misalnya, ayah yang mengajarkan untuk tidak
mencuri, pandangan masyarakat terhadap mencuri, bahkan larangan agama untuk
mencuri. Jadi, hal yang harus diserukan adalah faktor-faktor yang mampu
meningkatkan akhlak tadi.
Contoh lainnya adalah, jika akhlak
dikatakan sebagai asas kebangkitan, apakah Barat memiliki akhlak yang lebih
baik daripada Indonesia?
4.
Kebangkitan
melalui Militer
Timbunan senjata di Arab melebihi
timbunan senjata yang dimiliki oleh negara yang bangkit. Mengapa demikian?
Karena senjata yang berada pada negara yang tidak bangkit akan seperti senjata
yang dipegang oleh bayi atau orang gila yang menembak ke segala arah, tanpa
tahu mana teman dan mana lawan. Atau bahkan mungkin mereka akan menembak
saudara mereka sendiri.
Ke-empat metode atau teknik diatas,
yang dikatakan mampu untuk membangkitkan umat, nyatanya tidak berfungsi karena
metodenya adalah metode yang salah. Apa penyebab gagalnya metode yang empat
tadi?
1.
Para
pemikir atau intelek tidak memahami apa sebab-sebab yang membawa umat pada
kemundurannya. Karena mereka menggunakan teori yang dangkal yang menghasilkan
solusi yang dangkal pula, tidak sampai ke inti.
2.
Mereka
tidak menyadarkan pembahasan pada perkara-perkara kebangkitan. Mereka hanya
fokus pada bagaimana cara untuk meningkatkan ekonomi, militer dan industri.
Padahal seharusnya mereka memikirkan bagaiman cara untuk membangkitkan umat.
Sebab kebangkitan dari segi ekonomi, militer dan industri adalah efek samping
dari kebangkitan yang sesungguhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar